Catatan bagus dibuat dua pembalap Kalimantan, HA Yudhistira dan
Fitriansyah Kete di seri terakhir Indoprix 2012. Yudhistira yang asal
Kalsel juara 2012 di kelas 125cc, sementara Fitriansyah Kete memberikan
kado manis sebelum berpisah dengan timnya, Lanay Jaya Kubar.
Kemarin (11/11), Yudhistira berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah ajang balap motor Indoprix. Pada seri pamungkas yang berlangsung di Sirkuit Balipat Binuang Kalsel, Yudhis menjadi pembalap pertama yang berhasil juara Indoprix kelas IP125 cc dengan tunggangan sepeda motor Kawasaki.
Sebagai catatan, selama Indoprix digeber, Kawasaki tak pernah sama sekali menyabet gelar juara. Baik itu untuk kelas IP 110cc dan IP 125cc. Selama ini gelar juara selalu didominasi Yamaha.
Kepastian itu Yudhis dapat usai finis kelima pada race pertama dan menjadi tercepat pada race kedua seri 5 Indoprix 2012. Tambahan 11 poin pada race pertama dan 25 poin pada race kedua membawa Yudhis juara dengan total raihan poin 120 dari 5 seri yang dijalani.
Hingga seri keempat, Yudhis yang tergabung dalam Kawasaki KYT ELF IRC Rextor Manual Tech sebenarnya mempunyai dua pesaing terberat, yakni Sigit PD dari Yamaha Yamalube TDR FDR NHK Yonk Jaya dan Rafid Topan Sucipto pembalap Yamaha Yamalube Nissin KYT Tunggal Jaya.
Namun, pada seri 5 kemarin pesaing Yudhis terfokus pada Sigit.
Sebab, Topan lebih memilih tampil di debut perdananya pada Moto2 yang juga digelar kemarin di Valencia, Spanyol. Pada saat membutuhkan masuk lima besar pada race kedua seri 5 Indoprix kemarin, di luar dugaan Sigit finis di urutan 12. Sedangkan Yudhis melaju kencang di posisi pertama.
Kendati gagal juara nasional kelas IP 125cc, Sigit tetap bersyukur karena bertengger sebagai runner-up dengan torehan 107 poin. Kemudian di peringkat ketiga disusul Denny Triyugo Laksono pembalap Astra Motor Racing Team dengan poin 103.
“Alhamdulillah, senang sekali rasanya hari ini. Akhirnya kami bisa menjadi juara Indoprix. Memang gelar juara ini sudah kami target sejak awal kompetisi, berkat kerja keras, ternyata hasilnya sangat memuaskan hari ini,” ucap Yudhis usai balapan.
Selain sukses mencatatkan sejarah bagi tim Kawasaki, keberhasilan Yudhis juara Indoprix 2012 kelas IP125 cc juga melengkapi kesuksesan sebelumnya pada tahun 2008. Pada tahun tersebut Yudhis sukses juara Indoprix bersama HRVRT BGM HBM dengan tunggangan sepeda motor Yamaha.
“Memang hari ini juara, namun perjuangan belum berakhir. Mempertahankan gelar sangatlah lebih berat. Tentu, saya bersama tim akan terus melakukan perbaikan-perbaikan agar di tahun berikutnya kami bisa meraih hasil lebih baik,” papar Yudhis.
Sementara itu, untuk kelas IP110 cc, gelar juara dipegang Rafid Topan Sucipto. Dari empat seri yang dilakoni, Topan mengoleksi 141 poin dan ditempel ketat HA Yudhistira dengan torehan 89 poin. Meski kemarin Topan tak bertanding dan Yudhis mampu menambah 28 poin, posisi teratas tetap tak bisa digeser. Yudhis pun harus puas di posisi kedua dengan poin 117. Sedangkan di peringkat ketiga ditempati Sudarmono dengan poin 99.
Sementara itu, andalan Kaltim, Fitriansyah Kete kemarin mempersembahkan podium utama di race kedua kelas IP 110cc. Ini adalah kado bagus sebelum ia berganti tim musim depan. Manajer Lanay Jaya, Ekti Immanuel mengakui jika hasil bagus Kete dirasa sangat spesial. Pasalnya mulai musim dean, tim Lanay Jaya tak akan turun di Indoprix, dan hanya berlaga di Motor Prix.
“Kami bersyukur karena Kete menunjukkan totalitasnya bersama kami. Ia juga memberikan kado manis, karena mulai musim depan di Indoprix ia akan berganti tim,” ujar Ekti.
Dikutip dari Kaltim post Online
Kemarin (11/11), Yudhistira berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah ajang balap motor Indoprix. Pada seri pamungkas yang berlangsung di Sirkuit Balipat Binuang Kalsel, Yudhis menjadi pembalap pertama yang berhasil juara Indoprix kelas IP125 cc dengan tunggangan sepeda motor Kawasaki.
Sebagai catatan, selama Indoprix digeber, Kawasaki tak pernah sama sekali menyabet gelar juara. Baik itu untuk kelas IP 110cc dan IP 125cc. Selama ini gelar juara selalu didominasi Yamaha.
Kepastian itu Yudhis dapat usai finis kelima pada race pertama dan menjadi tercepat pada race kedua seri 5 Indoprix 2012. Tambahan 11 poin pada race pertama dan 25 poin pada race kedua membawa Yudhis juara dengan total raihan poin 120 dari 5 seri yang dijalani.
Hingga seri keempat, Yudhis yang tergabung dalam Kawasaki KYT ELF IRC Rextor Manual Tech sebenarnya mempunyai dua pesaing terberat, yakni Sigit PD dari Yamaha Yamalube TDR FDR NHK Yonk Jaya dan Rafid Topan Sucipto pembalap Yamaha Yamalube Nissin KYT Tunggal Jaya.
Namun, pada seri 5 kemarin pesaing Yudhis terfokus pada Sigit.
Sebab, Topan lebih memilih tampil di debut perdananya pada Moto2 yang juga digelar kemarin di Valencia, Spanyol. Pada saat membutuhkan masuk lima besar pada race kedua seri 5 Indoprix kemarin, di luar dugaan Sigit finis di urutan 12. Sedangkan Yudhis melaju kencang di posisi pertama.
Kendati gagal juara nasional kelas IP 125cc, Sigit tetap bersyukur karena bertengger sebagai runner-up dengan torehan 107 poin. Kemudian di peringkat ketiga disusul Denny Triyugo Laksono pembalap Astra Motor Racing Team dengan poin 103.
“Alhamdulillah, senang sekali rasanya hari ini. Akhirnya kami bisa menjadi juara Indoprix. Memang gelar juara ini sudah kami target sejak awal kompetisi, berkat kerja keras, ternyata hasilnya sangat memuaskan hari ini,” ucap Yudhis usai balapan.
Selain sukses mencatatkan sejarah bagi tim Kawasaki, keberhasilan Yudhis juara Indoprix 2012 kelas IP125 cc juga melengkapi kesuksesan sebelumnya pada tahun 2008. Pada tahun tersebut Yudhis sukses juara Indoprix bersama HRVRT BGM HBM dengan tunggangan sepeda motor Yamaha.
“Memang hari ini juara, namun perjuangan belum berakhir. Mempertahankan gelar sangatlah lebih berat. Tentu, saya bersama tim akan terus melakukan perbaikan-perbaikan agar di tahun berikutnya kami bisa meraih hasil lebih baik,” papar Yudhis.
Sementara itu, untuk kelas IP110 cc, gelar juara dipegang Rafid Topan Sucipto. Dari empat seri yang dilakoni, Topan mengoleksi 141 poin dan ditempel ketat HA Yudhistira dengan torehan 89 poin. Meski kemarin Topan tak bertanding dan Yudhis mampu menambah 28 poin, posisi teratas tetap tak bisa digeser. Yudhis pun harus puas di posisi kedua dengan poin 117. Sedangkan di peringkat ketiga ditempati Sudarmono dengan poin 99.
Sementara itu, andalan Kaltim, Fitriansyah Kete kemarin mempersembahkan podium utama di race kedua kelas IP 110cc. Ini adalah kado bagus sebelum ia berganti tim musim depan. Manajer Lanay Jaya, Ekti Immanuel mengakui jika hasil bagus Kete dirasa sangat spesial. Pasalnya mulai musim dean, tim Lanay Jaya tak akan turun di Indoprix, dan hanya berlaga di Motor Prix.
“Kami bersyukur karena Kete menunjukkan totalitasnya bersama kami. Ia juga memberikan kado manis, karena mulai musim depan di Indoprix ia akan berganti tim,” ujar Ekti.
Dikutip dari Kaltim post Online
Komentar
Posting Komentar