Langsung ke konten utama
BANJARMASIN, KOMPAS.com - Merasa prihatin dengan kondisi listrik di lumbung batubara Kalimantan Selatan yang sering padam akhir-akhir ini, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan lainnya, menginisiasi pengumpulan 1.000 ton koin.
Aksi dilakukan di dua kampus Unlam, yakni di Banjarmasin dan Banjarbaru selama dua pekan, 15-30 Oktober. Koordinator aksi pengumpulan uang, Fahrul Raji mengatakan berapapun uang yang terkumpul nantinya akan diserahkan ke pemerintah provinsi dan DPRD Kalsel.
"Kami menuntut agar Gubernur dan DPRD secepatnya membentuk pembangkit listrik independen yang bebas dari pemerintah pusat. Membuat pembangkit sendiri yang dikelola pemerintah daerah," katanya.
Upaya pengumpulan koin pun mendapat sambutan dari mahasiswa. Sekitar satu jam posko dibuka sudah terkumpul sekitar Rp 150.000. Selain itu ada informasi bahwa pelajar di daerah terpencil, seperti di Kabupaten Tabalong juga hendak ikut berpartisipasi dengan mengumpulkan koin di sana.

DIKUTIP DARI KOMPAS.COM

Komentar